Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengembangkan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor kriya dan fesyen, di tengah dinamika pasar yang berubah semakin cepat. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi perilaku konsumen dalam berbelanja, tetapi juga kebutuhan terhadap nilai produk yang terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
Kemajuan teknologi dan berkembangnya gaya hidup masyarakat berimbas pada kebutuhan pasar komoditas produk makanan dan minuman yang semakin bertambah dan beragam. Hal ini pun tentunya membuat kepada tingkat persaingan bisnis yang semakin ketat.
Pemerintah terus berupaya memberikan akses pasar yang berkelanjutan kepada pelaku industri dalam negeri, khususnya melalui belanja pengadaan barang/jasa pemerintah dengan pemberlakuan Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Kemenperin melalui Ditjen IKMA menggelar berbagai program pelatihan untuk terus meningkatkan jumlah populasi WUB IKM, khususnya bagi IKM perajin tenun dan pengolah gula kelapa di provinsi tersebut, baik yang baru merintis bisnis maupun yang telah menjalankan usahanya agar dapat naik kelas.