Produk Kacamata Halal Pertama Di Indonesia Diluncurkan
04 Desember 2019124 Views

Produk Kacamata Halal Pertama Di Indonesia Diluncurkan

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya menyampaikan apresiasi kepada PT Atalla Indonesia yang saya ketahui secara aktif mengembangkan industri kacamata di Indonesia dengan kreatifitas dan terus melakukan inovasi demi meningkatkan kinerja industri nasional melalui sektor industri kacamata,” kata Dirjen IKMA di Jakarta, Selasa.(5/11).

Gati memaparkan, Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal akan mewajibkan produk makanan dan minuman serta selain produk makanan dan minuman untuk memiliki sertifikat halal mulai tanggal 17 Oktober 2019 dan dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama, kewajiban ini akan diberlakukan terlebih dahulu pada produk makanan dan minuman dan tahap berikutnya, kewajiban sertifikasi halal akan diberlakukan untuk selain produk makanan dan minuman.

Adapun tujuan dengan diterbitkannya Undang-undang Jaminan Produk Halal ini adalah untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk serta meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal.

Di samping itu, label halal juga akan meningkatkan nilai dan branding produk di mata masyarakat Indonesia, yang mayoritas adalah muslim.

Gati menyampaikan, saat ini kacamata tidak hanya digunakan sebagai alat bantu penglihatan, namun juga sudah menjadi pelengkap gaya atau aksesoris fesyen.

Jika merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, kacamata merupakan produk selain makanan dan minuman yang penahapan kewajiban sertifikasi halal baru akan dimulai dari tanggal 17 Oktober 2021 hingga 17 Oktober 2026.

“Oleh karena itu saya memberikan apresiasi kepada PT Atalla Indonesia yang secara proaktif telah melakukan kewajiban untuk sertifikasi halal terhadap produknya sebelum ketentuan wajib halal untuk selain produk makanan dan minuman diberlakukan,” ujar Gati.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat sebanyak 15 perusahaan Industri kacamata dan bagiannya di Indonesia yang menyerap sekitar kurang lebih 6.300 tenaga kerja.

Namun, PT Atalla Indonesia saat ini adalah satu-satunya pabrikan kacamata di Indonesia yang terintegrasi mulai dari pembuatan bingkai hingga lensa dan aksesorisnya.

Industri kacamata hingga bulan September 2019 berhasil mencatatkan nilai ekspor sebesar 85,7 juta dolar AS, namun nilai impornya juga cukup tinggi sebesar 90,4 juta dolar AS. Saat ini sebagian besar produk kacamata yang beredar di dalam negeri adalah produk impor yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok.

PT Atalla Indonesia memiliki visi ingin menjadikan diri sebagai basis utama industri kacamata di dunia yang telah mengimplementasikan teknologi 4.0, sehingga Indonesia mampu untuk swasembada kacamata, dan mengurangi ketergantungan impor.

PT Atalla juga terus berusaha meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam berinovasi dan memproduksi kacamata yang berbasis penerapan teknologi pada saat proses produksi.

Guna mendukung program pemerintah untuk “Industri Kesehatan Halal 2024”, PT Atalla Indonesia dengan brand Atalla, saat ini secara resmi telah memiliki sertifikasi HALAL MUI. Atalla memperkenalkan produk-produk barunya yang halal dengan slogan "Halal itu baik“.

Kementerian Perindustrian terus memacu nilai ekspor, dan juga terus berupaya meningkatkan pertumbuhan dan daya saing industri aneka, dalam hal ini termasuk industri kacamata.

Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka juga memberikan bantuan dan insentif untuk pengembangan industri aneka, diantaranya adalah pembebasan bea masuk melalui program Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), bimbingan teknis dan pendampingan desain dan teknis produksi, restrukturisasi mesin/peralatan, dan fasilitasi promosi melalui pameran dalam dan luar negeri.
Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan

Berita terkait lainnya

Kembali ke atas