Kemenperin Dorong IKM Mulai Proses Transformasi Digital
02 September 2019139 Views

Kemenperin Dorong IKM Mulai Proses Transformasi Digital

Kementerian Perindustrian memandang konektivitas menjadi pondasi utama di era industri 4.0. Oleh karena itu, kolaborasi antar berbagai pihak diperlukan untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Peta jalan Making Indonesia 4.0 telah menyebutkan salah satu langkah aksi yaitu memberdayakan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui eknologi. “Oleh karena itu, IKM diharapkan membuka diri dan berkolaborasi untuk memulai proses transformasi digital dengan bantuan startup sebagai technology provider / problem solver, di mana inovasi teknologi digital yang dihasilkan merupakan tools yang dapat menjawab kebutuhan industri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat. Menperin menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada acara Seminar Nasional “Startup, Tech Provider 4 IKM” di Jakarta.

Transformasi digital menjadi sorotan utama karena jumlah IKM di Indonesia sebagaimana disebutkan dalam data BPS berjumlah lebih dari 4,4 juta unit usaha yang setara dengan 99% dari seluruh unit usaha industri di Indonesia.

Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) melaporkan dalam Mapping & Database Startup Indonesia 2018, bahwa jumlah startup di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 992 startup; 52,6% diantaranya atau 522 startup berada di wilayah Jabodetabek. “Saya yakin, tidak sedikit dari startup tersebut merupakan technology provider yang dapat menghasilkan teknologi digital yang aplikatif dan solutif bagi IKM untuk dimanfaatkan di lini
manajerial, produksi, maupun pemasaran,” ujar Airlangga.

Sehingga, lanjutnya, keberadaan startup menjadi hal penting dalam akselerasi transformasi digital IKM melalui penerapan teknologi digital hasil inovasi startup teknologi. Melalui kebijakan serta pelaksanaan program pembinaan, Kementerian Perindustrian akan senantiasa mendukung IKM dalam menyiapkan diri untuk melakukan transformasi digital, serta mendorong startup teknologi untuk lebih banyak lagi hadir dalam memberikan inovasi teknologi yang tepat kepada IKM.

Selain itu, dunia industri memanggil para akademisi, peneliti, startup, science techno park, untuk bersama-sama membangun industri kecil dan menengah lebih berkelas melalui program startup 4 industry. Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan, Seminar Nasional “Startup, Tech Provider 4 IKM” merupakan langkah dalam mewujudkan Making Indonesia 4.0 Startup 2019. “Acara seminar nasional ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan gerakan transformasi digital di Industri Kecil dan Menengah (IKM),” ungkap Gati.

Acara ini digelar dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan IKM untuk melakukan transformasi digital menuju industri 4.0 dan menguatkan keberadaan dan peran startup teknologi sebagai technology provider bagi IKM. Selain itu, memunculkan dan membagi kisah sukses implementasi teknologi digital di IKM agar menjadi stimulan bagi IKM lainnya, dan yang tidak kalah penting yaitu pemerintah, dalam hal ini Ditjen IKMA, mendapat masukan terkait kebutuhan pembinaan startup di bidang teknologi industri 4.0 ke depan.

Adapun rangkaian program “Startup 4 Industry 2019” dimulai pada publikasi dan registrasi yang dilakukan pada tanggal 20 Agustus – 20 Oktober 2019. Kemudian, dilakukan peluncuran program yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari pada 30 Agustus 2019, dengan rangkaian acara antara lain talkshow yang menghadirkan pembicara dari Alpha JWC Ventures, Schneider Indonesia, Asosiasi Cloud Computing Indonesia, dengan moderator yang berasal dari Daily Social.

Selain itu, peluncuran program startup 4 industry, dan juga seminar praktisi teknologi yang terbagi menjadi 2 (dua) kelas, yakni cloud practitioner oleh Amazon Web Services dan Artificial Intelligence of Things oleh Intel; Kemudian, Tech Link atau business matching antara IKM dengan startup yang akan dilaksanakan di Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Medan, Tangerang dan Bekasi pada rentang 31 Agustus – 18 September 2019 “Adapula sosialisai kompetisi Hack Industry dan Comptech di kota Bandung, Malang, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Medan, Batam, dan Bali pada 31 Agustus – 19 September 2019,” papar Gati. Program Startup 4 Industry ini diharapkan dapat mengkatalisator proses transformasi digital di IKM yang berbasis pada pemecahan masalah yang dihadapi, demi terwujudnya IKM unggul untuk masa depan industri Indonesia yang lebih baik.

Berita terkait lainnya

Kembali ke atas